So many people enter and leave your life! Hundreds of thousands of people! You have to keep the door open so they can come in! But it also means you have to let them go!
— Jonathan Safran Foer”
13. I like making people smile.
I don’t know why, I just do.
Making them laugh would be a bonus.
(Source: nicotinecumberpatch)
Anggaplah aku satu dari seribu
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa tersenyum seraya menunduk kepadamu, bergurau dengan canda tawa di hadapanmu demi menutupi wajahku yang merona merah…menutupi diriku yang sesungguhnya sangat salah tingkah ketika bersamamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa mengirimkan beberapa sms semangat, yang kemudian kuhentikan karena merasa ada yang tidak benar dengan mengirimkan sms-sms itu…sejujurnya jari-jariku ini terasa gatal tiap kali aku membuka kontak di ponselku dan melihat namamu ada di dalamnya.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, semakin hari aku semakin takut berada di dekatmu, aku menahan diriku agar dapat sejarang mungkin berkomunikasi denganmu…kemudian aku perlahan menjauh, ketika hatiku mulai bergemuruh hanya dengan melihat sosokmu, ketika mataku senantiasa menemukan dirimu, tak peduli ada berapa banyak orang di sekitar kita, tak peduli seberapa jauh jarak antara aku dan kamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku mulai gelisah…dan aku mulai menceritakan tentangmu kepada Sang Pembolak-balik hati, kutitipkan hati dan harapanku kepadaNya…lalu kusebutkan namamu di tiap do’a dalam sujud-sujudku, dan tak ada satupun do’a yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua do’aku tiada lain senantiasa dan selalu…agar kamu menemukan kebahagiaan dalam hidupmu.
dengan cara itulah aku mencintaimu.
(Source: therayofhopeandprayer, via isnidalimunthe)
:’(
(via watsonlove)
(Source: leilockheart.me, via leilockheart)
I came upon a doctor who appeared in quite poor health. I said, “There’s nothing that I can do for you that you can’t do for yourself.” He said, “Oh yes you can. Just hold my hand. I think that that would help.” So I sat with him a while then I asked him how he felt. He said, “I think I’m cured. No, in fact, I’m sure. Thank you, Stranger, for your therapeutic smile.”
— Conor Oberst (via ireadintothings)
(Source: quote-book)
via lovelyasadream
(Source: leilockheart, via leilockheart)
(Source: leilockheart)
(Source: leilockheart.me, via leilockheart)
(Source: dirtyrainboots, via randomness-is-epic)
A perspective about LOVE
By Rilie Armeilia :))
Membaca artikel di majalah National Geographic mengenai ini membuat gue berpikir terlalu jauh, terlalu lama, terlalu dalam, mengenai cinta. #eaaaaa
Seseorang bernama Fisher melakukan penelitian dalam beberapa dekade dengan bantuan mesin MRI. Fisher, Arthur dan Lucy merekrut subjek yang sedang dimabuk cinta kurang lebih Selama 7 bulan. Saat subjek dimasukkan kedalam mesin MRI, subjek diperlihatkan dua foto, 1 foto netral, dan 1 foto orang yang dicintai.
Ketika subjek melihat foto orang yang dicintainya, bagian dari otak yang berhubungan dengan reward dan pleasure yaitu area tegmental ventral dan nucleus caudatus menjadi aktif. Cinta membangkitkan nucleus kaudatus karena nucleus kaudatus merupakan tempat penyebaran reseptor dari sebuah neurotransmitter, yaitu dopamine. Dopamine, dikatakan oleh Fischer sebagai ‘ramuan cinta endogen’. Dopamine menciptakan energi yang luar biasa, kepuasan, atensi yang lebih fokus, dan motivasi untuk mendapatkan sesuatu. Hal ini menjelaskan mengapa ketika kita baru jatuh cinta, kita dapat terjaga sepanjang malam, lari pada suatu perlombaan, melihat matahari terbit, dan melakukan berbagai hal yang diluar dari kemampuan kita atau dalam kata lain meningkatkan kemampuan apa yang sebelumnya kita punya menjadi lebih baik. (Mungkin termasuk gue punya angin apa nulis beginian. Tetapi, Ini adalah fakta menarik yang gue temukan, hehehe). satu hal yang gue suka dari artikel ini satu kalimat yang ga akan gue translate :
“Love makes you bold, makes you bright, makes you run real risks, which you sometimes survive, and sometimes you don’t.”
Penelitian lain dari seorang bernama Marazziti yang membandingkan level serotonin pada orang yang sedang dimabuk cinta dan dengan orang-orang yang menderita Obsessive-compulsive disorder (OCD) dan beberapa grup lain yang bebas dari kedua keadaan ini dan gangguan jiwa lainnya. Kadar serotonin darah pada kedua grup, yaitu pada orang dengan OCD dan orang yang sedang dimabuk cinta yaitu 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan pada subjek yang normal. Dengan kata lain, cinta dan OCD memiliki profil kimia yang hampir sama. Dengan kata lain : “Love and mental illness may be difficult to tell apart.” Atau dengan kata lain : “Don’t be a fool. Stay away.”
Be careful with Love Foolosophy, people :D
Cinta itu darimana sih datangnya? Kalau kata orang dulu, cinta itu datang dari Mata turun ke Hati. (eaaaa) Hehehe. coba sebutkan ada banyak lagu cinta yang mengutarakan bahwa pandangan pertama adalah awal segalanya dalam cinta. Dengan mata, tentunya kita bisa merasakan ketertarikan antara seseorang dengan seseorang, atau seseorang dengan sesuatu. Nah, terus kalau orang buta gimana dong? Ga bisa ngerasain cinta dong? Eits, siapa bilang ga bisa? Orang buta akan tetap bisa merasakan cinta melalui suara, melalui raba. Karena apa yang gue pelajari dari sini adalah cinta itu mengandalkan panca indera. Tanpa panca indera, kita ga bisa mengenal cinta. Sebagai contoh, lo ga bisa suka ama makanan sesuatu kalo lidah lo ga berfungsi dengan baik. Mana bisa kita berteriak kalo sushi itu ternyata enak sekali dan menjadi makanan favorit kita, jikalau lidah ini ga berfungsi. Iyah, ga? Hehehe. Jadi, awal dari cinta itu adalah dari panca indera kita yang berfungsi dengan baik. Bersyukurlah teman, karena kita masih diberikan panca indera yang berfungsi dengan baik, oleh karena itu kita masih bisa merasakan cinta. Hehehehe.
Dengan panca indera yang kita miliki, cinta akan berawal dari suatu pertemuan. Pertemuan ini selalu ajaib, selalu tak terduga. “Some people meet the way the sky meets the earth, inevitably. And there is no stopping a holding back their love. It exists in a finished world beyond the reach of common sense”. Tuhan mengatur segalanya. IT IS BEYOND THE REACH of COMMON SENSE. Pertemuan bisa dimana saja, di busway, di pesawat, di kereta, di kampus, dimanapun. Atau mungkin setiap hari didepan kita sekalipun. Orang yang bahkan bisa lo temui setiap hari atau yang awalnya Cuma temen lo dengan tiba-tiba saja lo merasakan adanya sesuatu yang berubah pada perasaan lo dan merasakan bahwa seolah-olah hari itu menjadi sebagai awal pertemuan. Who knows people?
It was like something from an old movie, where the sailor sees the girl across the crowded dance floor, and the he turns to his buddy and says “See that girl? I am going to Marry her someday” –Ted Mosby. Oh, well, sweet magic infectious formula happens. :D
Kalau kata bang Haji Rhoma sih, “Hati-hati, cinta itu seperti anggur merah, memabukkan” (ngarang abis gue, pokoknya ini lirik dangdut banget lah, hihihihi..). Cinta bisa membuat kita berubah. Menjadi apapun. Cinta itu bisa dalam bentuk apa saja, kepada siapa saja, kepada apa saja. Cinta bisa membuat seseorang mengatakan sesuatu yang tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin. Sesuatu yang klise menjadi seolah kenyataan. Suatu imajinasi menjadi suatu kesempatan untuk mewujudkannya. Cinta bisa menjadi apa saja. Cinta bisa membuat kita tersenyum tersipu malu hanya karena melihat tas orang yang kita cintai, atau membuat kita tertawa sendiri saat sedang melihat foto orang yang kita cintai berpose aneh. Atau tersenyum dan kemudian menangis hanya karena mendengar lagu seseorang yang lo cintai diputar di radio. Cinta bisa membuat kita memahami setiap inci dan setiap kedetailan orang yang kita cintai tanpa kita sadari, dan kita merasakannya sebagai sesuatu yang menyenangkan. Bukan berarti cinta hanya sebatas dua sejoli menjalin kasih, merajut benang cinta, mendayung biduk cinta yang dikayuh berdua. Hahahahahaha.It’s more than that. It’s beyond words J Namun, hati-hati cinta bisa membuat seseorang menjadi gila *ups à gangguan jiwa. Hahahaha.
Cinta bisa dengan siapa saja dan apa saja, kepada Tuhan, orang tua, keluarga, teman, sahabat, binatang peliharaan, guru, artis, pekerjaan, negara, atau barang kesayangan. Apapun. Ketika kita berkata cinta. Mungkin bisa berarti banyak. Setiap orang punya definisi masing-masing mengenai cinta. Punya parameter tertentu. Punya kategori tertentu. Punya waktu tertentu. Punya analisis tertentu. Kita tidak bisa membuat definisi cinta menjadi satu kata yang sama. Kita tidak akan bisa menyatukan pikiran yang sama mengenai cinta. Kita hanya bisa sepakat dalam merasakan bahwa cinta itu, Indah. Cinta itu magis!
“In the love you see, It’s orchestrated beauty. Synthetic and alluring. Look, I know it’s tough. We may disagree. But there’s simple in the magic”
A man in love is no simple thing. A girl in love is a big deal. Kita hidup seperti roda, kita akan bertemu dan kita akan berpisah. Kita akan mencintai, berhenti mencintai, melupakan cinta, dan kembali mencintai. It’s like a circle. Never ends. Selama kita masih hidup di dunia ini, kita tidak akan pernah berhenti merasakan cinta. Karena Tuhan menciptakan kita karena cinta. Karena Tuhan membuat kita hidup dan tetap hidup karena kita dicintai oleh Tuhan kita. Maka, kita sebagai hamba yang dicintai tentunya akan tetap terus merasakan cinta.
Jadi, jangan takut jatuh cinta. Hehehe. kayak lirik dangdut jaman dulu, PERCUMA SAJA BERLAYAR, KALAU KAU TAKUT GELOMBANG. PERCUMA SAJA BERCINTA, KALAU KAU TAKUT SENGSARA~~~~ EAAAAAAA.. CINERE digoyaaaangggg, semua jempol diatas
Cinta itu selalu berdekatan dengan satu kata lainnya, yatu keromantisan. Definisi romantis bisa berbeda-beda menurut setiap orang. Makan mie bareng sambil bertukar pikiran di pinggir jalan bersama orang-orang yang dicintai (dengan pacar atau teman-teman) merupakan salah satu hal yang romantis menurut gue. Atau kalau mau yang lebih romantis lagi, gue akan menulis kartu yang bertuliskan “Cause, You are the sun in my universe”, untuk orang –orang yang gue cintai, romantis kan? Hehehhe. Keromantisan merupakan suatu bentuk tindakan perealisasian atau pembuktian cinta, itu menurut gue sih. Bisa berupa kegombalan atau ketidakpedulian. Romantis itu ga harus mengeluarkan kata-kata gombal, ga perlu lo harus menyatakan bahwa cewek lo cantik setiap hari. Atau ga perlu lo harus merangkai kata seperti “neng, betah amat bercokol di hati abang” EAAAAAA MOMENT. Hhihihihi.
yang perlu lo lakukan adalah menganggap orang yang lo cintai itu spesial. Setiap saat. Dengan cara apapun. Dengan cara yang aneh sekalipun. Yang bisa diterima panca indera. :D
Contohnya, Keromantisan kita kepada Tuhan salah satunya bisa kita tunjukkan dengan membaca ‘surat cinta’-Nya, yaitu kitab suci. Karena gue Islam, gue akan membaca Al-Quran sebagai salah bukti gue mencintai Allah. Begitulah salah satu contoh keromantisan kepada Tuhan (Edisi ramadhan nih kakak, Hehehe). Coba sekarang lo definisikan keromantisan menurut lo. Hehehe.
Mungkin ada beberapa orang yang menganggap cinta dan keromantisan itu seperti membawa pasangan lo ke atas gedung, candle light dinner yang diiringi musik romantis, melihat bintang di langit bersama, dan berbagi cerita dan canda. Indahnya seperti adegan film-film yang romantis. Atau seperti saat lo sedang sedih, seseorang dibelakang lo menunggu lo dengan membawakan balon. Atau ketika sedang melakukan suatu tugas bersama orang yang lo cintai, tanpa sadar dia tertidur pulas, dan lo melihat dia tertidur dan tersenyum, dan tetap terus mengerjakan tugas tanpa berniat untuk membangunkannya. Atau ketika lo lagi lari-larian dibawah hujan deras bersama orang yang lo cintai sambil nyanyi diiringi dengan tarian-tarian dibalik pohon (EMANG FILM INDIA?Hehehe). Adegan-adegan ini mungkin sering kita liat di film-film atau mungkin di dunia nyata. Namun, kadang semua kisah cinta ini ga harus terjalin indah seperti apa yang kita lihat di film-film. Seperti kata Melee, di sebuah lagunya On The Movie Screen :
“Love’s not always picture perfect. We fight, we cry, we learn, it’s worth it. Love’s a supernatural fire that burns.”
Karena kenyataannya adalah ketika lo dibawa ke atas gedung sama pasangan lo untuk melihat bintang, 15 menit kemudian bintang itu hilang karena mendung dan turun hujan. Atau orang yang membawakan lo balon itu tiba-tiba jatuh terus balonnya jatuh dan pecah. Atau saat lo mengerjakan tugas dengan orang yang lo suka, tanpa lo sadari lo juga tertidur dan tugas lo ga selesai. Atau emang lo lagi nyanyi-nyanyi ala india, eh tiba-tiba dikejar bencong lagi mangkal karena takut kalah saingan (eaaah, kakak lariiiiiiiiii!!! Hihihihihi). Lihatlah teman, ga semua cinta berjalan dengan indah layaknya pelem-pelem. Atau kayak sinetron-sinetron, kayak sinetron Cinta Fitri ampe Season 7 atau season Ramadhan. Hihihihihii..
Yes, love is not always picture perfect. Like a movie screen :D
“It is funny how sometimes love can be easy to say hard to prove or easy to prove hard to say”
Karena cinta itu intinya adalah mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh masing-masing. Ga perlu indah seperti adegan film atau Penuh rintangan. Tetapi, mengerti dan merasa sehati.
Kadang gue masih berpikir kenapa magic spells about love itu kuat sekali. Apa yang kita rasakan terhadap sesuatu itu kuat sekali. Bisa melambungkan hingga membunuh perasaan. Hugh Laurie dalam serial Film House pernah mengatakan “Memories cause love. Love kills” hehehe. kalau kata D’masip : Cinta ini membunuhku (cEMunGudHH Eaaaa Kakak!). Maka dari itu, cinta itu keras, bung! Ngalahin ciledug yang katanya daerah paling keras di Jakarta, hahahaha. Cinta itu menjatuhkan lo terlalu keras tetapi mengangkat lo dengan lembut. :D
Tetapi selain memori, cinta itu berurusan dengan waktu. Cinta bisa datang kapan saja. Ada kalanya suatu waktu lo akan bertemu dengan sesuatu yang lo cintai. Ada kalanya lo ingin melupakan sesuatu yang lo cintai. Time kills, but yes, indeed Time heals. Kadang waktunya bisa datang pas banget, kadang terlambat, kadang kecepetan, kadang di waktu yang salah. Semua berhubungan dengan waktu. Maka dari itu, Jangan bermain-main dengan waktu. Time is what we want most, but what we use worst. So, don’t get in rush, but don’t be late too. Just believe in that someone will come over you and you will get something or someone at the right time! Oh, another some awesomeness! Hehehehe.
Love leaves us a pain. All you need is to find the best remedy. Tidak ada cinta, kalau tidak ada patah hati. Namun, tidak ada patah hati kalau tidak ada cinta. Gue ga akan banyak berbicara mengenai hal ini, karena satu hal yang gue pelajari “Patah Hati itu ga enak, sama sekali ga enak”. Berharap sesuatu yang semu itu kadang menyakitkan.
It produces dull, persistent, throbbing heartache, the kind that takes a long time to heal.
Namun, kembali ke awal, semua berhubungan dengan waktu. Time heals. Move on, people J.
Oh remember someone words : “sometimes you need second chance, because time doesn’t ready for the first time”. Ohhh, wait for another chance. No need to worry, people! :D
“If you love the person, don’t give up. try to be patient, but if that person doesn’t care at all, wait until you heart voluntarily quits”
Pain is a part of life. Sometimes it’s a big part, and sometimes it isn’t, but either way, it’s a part of the big puzzle, the deep music, the great game. Pain does two things: It teaches you, tells you that you’re alive. Then it passes away and leaves you changed. It leaves you wiser, sometimes. Sometimes it leaves you stronger. Either way, pain leaves its mark, and everything important that will ever happen to you in life is going to involve it in one degree or another.” — Jim Butcher
So, don’t worry about the pain of love! Feel it :D
Sekian mengenai patah hati dan cinta. Hihihihi.. gue sebenernya ga ahli di bidang ini. Pengalaman gue ga seberapa. Hihihihi.. Semua kalimat diatas hanya berupa pikiran gue semata. Gue berharap kita sama-sama belajar dan berharap atas sesuatu yang terbaik untuk orang yang kita cinta atau untuk sesuatu yang kita cintai. (gue kayaknya kesambet beneran deh punya ide nulis beginian, huhuhu)
LOVE. The END. CIAO. :D
Jadi, teman-teman spread your LOVE to your lovely people. To your Almighty GOD! To your Mom, Dad, sisters, or Brothers. FAMILY. Your friends, your BEST FRIENDS, your TEACHER, or your love one. Oh, don’t forget with your own pets too. Hehehehe. :D
I wanted a perfect ending. Now I’ve learned, the hard way, that some poems don’t rhyme, and some stories don’t have a clear beginning, middle, and end. Life is about not knowing, having to change, taking the moment and making the best of it, without knowing what’s going to happen next. Delicious Ambiguity. –Gilda R-
With love, Rilie. August, 2011. To people who deserve to be loved :D


